DPN PERADI Sampaikan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih: Tegakkan Kebenaran, Tebarkan Kasih
Nasional

DPN PERADI Sampaikan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih: Tegakkan Kebenaran, Tebarkan Kasih

May 14, 2026 4 min read
CMS Profile
Published on May 14, 2026
Last updated: May 14, 2026
DPN PERADI Sampaikan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih: Tegakkan Kebenaran, Tebarkan Kasih

DPN PERADI Sampaikan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih: Tegakkan Kebenaran, Tebarkan Kasih

Pesan Rohani: Semangat Pengabdian dan Kemenangan Keadilan Bagi Penegak Hukum

Jakarta, 14 Mei 2026 – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyampaikan ucapan selamat dan sukacita yang mendalam kepada seluruh umat Kristen dan Katolik di Indonesia serta seluruh dunia, dalam peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada hari ini, 14 Mei 2026. Pesan ini bukan sekadar ungkapan penghormatan atas hari raya keagamaan, melainkan refleksi mendalam mengenai nilai-nilai rohani yang sangat selaras dengan prinsip, tugas, dan tanggung jawab mulia yang diemban oleh setiap advokat dan penegak hukum di tanah air.

 

Peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih mengingatkan kita bukan hanya pada peristiwa kenaikan-Nya ke surga, melainkan pada makna besar di balik peristiwa tersebut: selesainya misi Ilahi di dunia, janji kehadiran-Nya yang kekal, serta harapan akan keselamatan dan kemuliaan abadi yang senantiasa menyertai langkah hidup manusia.

 

“Kami segenap keluarga besar PERADI mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih. Semoga sukacita dan makna rohani yang mendalam dari peringatan ini senantiasa menguatkan hati kita untuk hidup dalam kasih yang tulus, memegang teguh kebenaran, dan menjadi pembawa damai serta pengharapan bagi sesama,” demikian bunyi pesan resmi yang disampaikan.

 

Makna Kenaikan: Simbol Kemenangan dan Teladan Tanggung Jawab

 

Secara rohani dan mendasar, kenaikan Isa Almasih ke hadirat Bapa di Surga memiliki arti yang sangat luas dan bermakna. Peristiwa ini menandai kemenangan mutlak kebenaran atas kejahatan, cahaya atas kegelapan, dan keadilan atas segala bentuk penindasan. Kenaikan-Nya bukanlah perpisahan yang menjauhkan, melainkan penegasan bahwa kuasa dan kasih Ilahi senantiasa hadir, menopang, dan menuntun setiap langkah manusia yang berjuang di jalan kebenaran.

 

Nilai inilah yang menjadi motivasi terbesar bagi seluruh penegak hukum. Dalam menjalankan amanah membela hak orang yang lemah, menegakkan aturan, dan mencari keadilan, sering kali dihadapi jalan yang terjal, penuh tantangan, maupun tekanan yang berat. Dari makna kenaikan ini, tersirat pesan kuat: perjuangan demi kebenaran tidak akan sia-sia. Seperti halnya Isa Almasih yang menyelesaikan tugas-Nya hingga tuntas dan naik dalam kemuliaan, para penegak hukum pun diajak untuk tidak pernah menyerah, tetap setia pada amanah, dan yakin bahwa setiap langkah yang diambil demi keadilan akan berbuah kemenangan sejati, baik di mata manusia maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Inti ajaran yang tercermin dalam perayaan ini adalah kasih yang melayani dan kebenaran yang membebaskan. Kasih yang tidak memandang pangkat atau kekayaan, kasih yang rela berkorban demi orang lain, serta kebenaran yang menjadi landasan utama segala tindakan. Bagi PERADI, nilai ini adalah hakikat keadilan yang sesungguhnya. Hukum bukanlah sekadar kumpulan pasal atau aturan tertulis, melainkan alat yang bernyawa untuk melindungi, memulihkan, dan menyejahterakan. Keadilan sejati adalah keadilan yang tegas namun tetap dibalut rasa kemanusiaan, yang memberi perlindungan bagi yang lemah, dan yang memulihkan hubungan sosial yang rusak.

 

“Nilai rohani hari ini mengajarkan kita: kebenaran haruslah dibungkus dengan kasih, dan kasih haruslah didasari kebenaran. Seperti ajaran Isa Almasih yang membawa kabar gembira dan keadilan bagi semua orang, kami di PERADI berkomitmen menjadi mitra masyarakat yang setia, menegakkan hukum yang tidak hanya tepat dan benar, tetapi juga adil, manusiawi, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” tegas pesan tersebut.

 

Menghidupi Nilai: Pengabdian dan Persatuan dalam Keberagaman

 

Momen peringatan ini juga menjadi saat yang tepat bagi seluruh elemen bangsa, khususnya penegak hukum, untuk merenungkan kembali tujuan utama keberadaan hukum: menciptakan ketertiban, rasa aman, dan keadilan sosial. Semangat pengabdian tulus yang dicontohkan Isa Almasih menjadi teladan nyata, bahwa segala kekuasaan, ilmu, dan jabatan yang dimiliki haruslah digunakan untuk melayani, bukan dilayani, serta dijalankan dengan integritas tinggi dan tanggung jawab moral.

 

Selain itu, pesan ini juga mengandung doa agar semangat persaudaraan, persatuan, dan kerukunan tetap kokoh terjaga di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Perayaan hari raya keagamaan seperti ini menjadi bukti indah bahwa nilai-nilai luhur dari setiap agama saling bertemu, saling melengkapi, dan menguatkan satu sama lain demi terwujudnya masyarakat yang damai, adil, dan makmur.

 

“Semoga sukacita dan berkat kemuliaan dari Hari Kenaikan Isa Almasih melimpah kepada kita semua, membawa damai sejahtera, kekuatan hati, serta hikmat yang melimpah dalam setiap langkah pengabdian kita kepada Tuhan, bangsa, dan negara. Mari kita terus menjaga persatuan, memegang teguh kebenaran, serta menebarkan kasih dan pengharapan ke mana pun kita berada,” tutup pernyataan tersebut.

 

Ucapan ini kembali menegaskan identitas PERADI sebagai organisasi profesi yang tidak hanya bergerak di ranah hukum, tetapi juga senantiasa berpijak teguh pada nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas yang tumbuh subur di tengah masyarakat Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa.(red)

Related Articles